
Balikpapan — Politeknik Nusantara Balikpapan menggelar kegiatan Studium Generale bertajuk “Kosmetik Aman dan Cerdas: Strategi Pemasaran yang Mengedukasi Konsumen”, Selasa (12/11), sebagai bentuk komitmen dalam memberikan wawasan praktis dan edukatif kepada mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari bidang farmasi dan bisnis digital.
Tampil sebagai pembicara utama, apt. Gerson Pararak, S.Si., M.H., selaku Kepala Loka POM Balikpapan, membawakan materi seputar pentingnya pemahaman masyarakat terhadap keamanan produk kosmetik. Ia menjelaskan bagaimana konsumen harus kritis dalam memilih produk, serta peran penting lembaga pengawas obat dan makanan dalam melindungi masyarakat.
“Cerdas memilih kosmetik bukan hanya soal merek, tapi soal keamanan kandungan, izin edar, dan manfaat yang sesuai. Edukasi kepada konsumen harus menjadi bagian dari strategi pemasaran yang etis,” tegas Gerson.

Narasumber kedua, apt. Novita Eka Kartab Putri, M.Farm, yang juga merupakan Dosen Farmasi Politeknik Nusantara Balikpapan, menyampaikan materi tentang komposisi bahan kosmetik serta dampaknya terhadap kesehatan kulit. Ia menekankan pentingnya literasi konsumen dalam memahami label produk serta menghindari bahan berbahaya.
Sementara itu, Kartika Aprilia Ivani, S.E., M.M, Dosen Bisnis Digital Politeknik Nusantara Balikpapan, memaparkan strategi pemasaran kosmetik yang edukatif dan bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana tren digital marketing harus diimbangi dengan transparansi informasi dan komunikasi yang membangun kepercayaan konsumen.


Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan seputar tren kosmetik di media sosial, perizinan produk, serta etika dalam promosi.
Direktur Politeknik Nusantara Balikpapan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Studium Generale ini merupakan bagian dari program pengayaan wawasan lintas keilmuan, yang bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan etika profesi.
Dengan terselenggaranya acara ini, Politeknik Nusantara Balikpapan berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan, baik sebagai konsumen cerdas maupun pelaku usaha yang bertanggung jawab di masa depan.

